Hariansriwijaya.com – Kebutuhan terhadap informasi hukum yang mudah ditemukan semakin terasa di tengah kebiasaan masyarakat yang mengandalkan internet untuk mencari berbagai informasi. Melihat kebutuhan tersebut, Rahmad Syambudi, S.H., pemuda milenial asal Kabupaten Asahan, mengembangkan Portal KUHP 2023 yang dapat diakses melalui kuhp2023.com.
Portal KUHP 2023 hadir dengan fokus yang spesifik, yakni menyediakan dokumentasi dan referensi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Materi disusun secara pasal demi pasal sehingga pembaca dapat menelusuri ketentuan yang dibutuhkan tanpa harus membuka keseluruhan dokumen dari awal.
Gagasan tersebut berangkat dari persoalan yang cukup dekat dengan pengguna dokumen hukum. Tidak sedikit orang yang hanya membutuhkan satu pasal untuk kepentingan kuliah, penelitian, pekerjaan, diskusi organisasi, pemberitaan, atau sekadar ingin mengetahui isi suatu ketentuan.
Dalam situasi seperti itu, dokumen peraturan yang panjang kadang membuat pencarian menjadi kurang praktis. Portal KUHP 2023 mencoba mengambil bagian pada persoalan tersebut dengan menyediakan akses yang lebih terstruktur melalui sebuah situs khusus.
“Portal ini saya buat karena saya melihat kebutuhan yang sederhana. Ketika orang membutuhkan satu pasal, mereka seharusnya bisa menemukan dan membacanya dengan lebih mudah,” ujar Rahmad Syambudi, S.H.
Konsep yang dibawa Portal KUHP 2023 memang tidak dibuat rumit. Pengunjung dapat menelusuri pasal demi pasal, menggunakan navigasi antarpasal, dan membaca materi melalui perangkat yang mereka gunakan sehari-hari.
Bagi mahasiswa hukum, misalnya, portal semacam ini dapat membantu ketika sedang mencari bahan untuk makalah, tugas kuliah, diskusi kelas, penelitian maupun skripsi. Mereka dapat menemukan pasal yang relevan lebih cepat, lalu melanjutkan penelusuran menggunakan sumber hukum resmi yang berkaitan.
Kebutuhan serupa juga dimiliki kalangan praktisi hukum dan akademisi. Referensi digital yang tertata dapat menjadi titik awal ketika seseorang ingin memastikan isi suatu ketentuan sebelum melakukan kajian yang lebih mendalam.
Masyarakat umum juga menjadi bagian dari sasaran pengguna. Informasi hukum tidak hanya dibutuhkan oleh orang yang bekerja di bidang hukum. Ketika suatu perkara menjadi pemberitaan atau sebuah ketentuan pidana ramai dibicarakan, masyarakat sering ingin mengetahui apa sebenarnya isi pasal yang dimaksud.
Di sinilah pendekatan Portal KUHP 2023 menjadi relevan. Situs ini tidak berusaha menggantikan sumber hukum resmi atau memberikan penafsiran hukum yang mengikat. Fungsinya lebih sederhana, yaitu membantu pengguna menemukan dan membaca dokumentasi KUHP Tahun 2023.
Rahmad mengatakan teknologi seharusnya dapat digunakan untuk mendekatkan informasi yang dibutuhkan masyarakat.
“Teknologi tidak harus selalu digunakan untuk sesuatu yang rumit. Kalau sebuah website sederhana bisa membantu seseorang menemukan informasi hukum yang sedang dibutuhkan, menurut saya itu sudah punya manfaat,” katanya.
Kehadiran Portal KUHP 2023 juga berlangsung dalam konteks pentingnya memahami KUHP nasional yang baru. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 mulai berlaku pada 2 Januari 2026 dan menjadi bagian penting dalam pembaruan hukum pidana nasional.
Perubahan tersebut membuat referensi terhadap KUHP semakin relevan. Mahasiswa perlu mempelajari ketentuan baru, praktisi perlu menyesuaikan penelusuran hukumnya, sedangkan masyarakat membutuhkan akses informasi yang dapat membantu mereka memahami aturan yang berlaku.
Namun, pengelola Portal KUHP 2023 menyadari bahwa teks undang-undang tidak dapat berdiri sendiri dalam setiap persoalan hukum. Suatu perkara dapat melibatkan pasal lain, aturan terkait, penjelasan, putusan pengadilan, dan kondisi konkret yang berbeda-beda.
Karena itu, portal ini ditempatkan sebagai referensi awal. Untuk kebutuhan hukum yang bersifat khusus, pengguna tetap perlu memeriksa sumber resmi dan berkonsultasi dengan profesional hukum apabila diperlukan.
Dari Kabupaten Asahan, Rahmad Syambudi mencoba membawa pendekatan digital tersebut ke ruang yang lebih luas. Ia melihat internet bukan hanya sebagai tempat mencari informasi, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun layanan yang dapat digunakan kembali oleh orang lain.
“Harapannya sederhana, Portal KUHP 2023 bisa menjadi salah satu tempat yang membantu mahasiswa, praktisi, akademisi dan masyarakat ketika mereka membutuhkan referensi tentang KUHP Tahun 2023,” ujarnya.
Portal KUHP 2023 masih terbuka untuk terus dikembangkan. Penyempurnaan navigasi, pencarian, penyajian materi dan fitur pendukung menjadi bagian yang dapat mengikuti kebutuhan pengguna.
Bagi pembaca yang membutuhkan referensi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, Portal KUHP 2023 dapat diakses melalui kuhp2023.com. Kehadirannya menawarkan satu pilihan sederhana bagi siapa pun yang ingin menelusuri materi KUHP secara lebih praktis di ruang digital







